Tetapibulan tidak berubah semasa bahagiannya yang berbeza diterangi matahari. Bulan bergerak mengelilingi bumi sekali setiap kira-kira 27 1/3 hari. Oleh itu, hanya satu sisi bulan menghadap ke arah bumi. Jarak purata di antara pusat bumi dan bulan ialah 384403 kilometer. Perjalanan roket dari bumi ke bulan dan balik mengambil kira0kira enam hari.
Kita semua berputar mengelilingi matahari di kapal luar angkasa bernama bumi, dengan kecepatan 30 Kilometer per detik, yang dilindungi gelembung tak kasat mata, yaitu atmosfer. Jadi, bagaimana kita bisa tahu di mana awal dan ujung luar angkasa? Sulit menentukannya, sebab batasnya tidak jelas terlihat. Semakin kamu terbang dan menjauh dari permukaan, udara makin bersih tidak pekat, dan akhirnya hilang. Saking tipisnya udara, sayap pesawat sampai berhenti berfungsi, pada jarak itu sekitar 100 Kilometer ke atas atau satu jam berkendara. Jika kamu melaju dengan kecepatan di jalan tol, kamu sudah meninggalkan bumi dan memasuki Cosmos. Jarak luar angkasa hanyalah 100 Kilometer atau tidak sampai jarak dari Jakarta ke Bandung, yakni sekitar 150 Kilometer. Stasiun luar angkasa internasional terbang 400 Kilometer di atas bumi atau sekitar jarak Jakarta ke Banjarnegara. Iya, masih satu pulau. Kamu melihat ratusan satelit berputar tenang mengelilingi bumi, tidak ada atmosfer dan tidak ada suara sedikitpun. Satelit GPS mengorbit jauh lebih tinggi lagi di ketinggian kilometer, setengah jarak khatulistiwa bumi, tapi tetap lebih pendek jika dibanding tembok besar Tiongkok. Terbang hampir 2 kali lebih tinggi di ketinggian Kilometer ada satelit tertinggi yang terbang di atas sana, dan mengelilingi bumi dengan kecepatan yang setara dengan rotasi bumi. Jadi, bagi pengamat di permukaan bumi seperti kamu, satelit ini menggantung di titik yang tetap di langit, layaknya lampu gantung yang bernama “orbit geosinkron”. Kita bergerak semakin jauh, sampai Kilometer dan bertemu satelit terbesar yang mengelilingi planet ini, Bulan! Memang besar kalau dibanding satelit biasa, tapi ukurannya ternyata sangat kecil, seperempat ukuran bumi dan lebih kecil dari benua Asia dari segi luas permukaannya. Makin jauh kamu terbang, makin tak terbayangkan angkanya, jutaan milyaran kilometer. Kita belum pernah bergerak di jarak sejauh itu dalam kehidupan sehari-hari. Coba bayangkan, sejuta detik setara 11 hari, tapi semiliar detik adalah 31 tahun. Jadi, mari buat perjalanan ini lebih mudah dan beralih ke kecepatan cahaya. Seperti saat kamu menyalakan lampu dan bohlamnya langsung menyala. Iya, secepat itu! Sekarang, kita akan melihat seberapa besar tata surya kita atau justru kecil? Mari mulai di pusatnya. Matahari ke Merkurius, 3 menit Cahaya Satu hari di Merkurius setara 176 hari di bumi, dan satu tahunnya setara 88 tahun bumi, dan beratmu cuma 38 persen dari beratmu biasanya. Besar planet ini tidak sampai setengahnya Planet kita, Matahari ke Venus, hanya 6 menit Saya tidak menyarankan untuk menimbang berat badan di Venus, suhu di sana bisa mencapai 469 derajat Celcius, dan tekanannya membuatmu seolah berada di kedalaman 900 meter di bawah permukaan laut. Kecepatan anginnya pun mencapai 700 Kilometer per jam, tempat yang luar biasa Matahari ke Bumi, 8 menit Jika matahari habis terbakar saat ini, kita baru menyadarinya delapan menit kemudian. Nah, rotasi bumi pun terus melambat. Jadi, 140 juta tahun dari sekarang kita akan punya 25 jam dalam sehari. Omong-omong karena kita sedang dalam kecepatan cahaya, mari kita mampir sebentar ke bulan, cuma butuh 1,5 detik saja. Apollo 11 menghabiskan 3 hari untuk menjangkau jarak ini pada tahun 1999. Sebab kecepatan mereka tidak sampai kilometer per detik seperti pesawat ulang-alik itu bergerak sekitar 11 kilometer per detik. Matahari ke Mars, 13 menit Ngarai terpanjang dan gunung api tertinggi yang pernah manusia lihat sama-sama ada di Mars. Ngarainya 9 kali lebih besar dibanding Grand Canyon, dan ukuran gunungnya 3 kali Gunung Everest. Berdasarkan area luas si raksasa Olympus Mons hampir sama dengan Perancis. Matahari ke Jupiter, 43 menit Saat menuju Jupiter kita melintasi sabuk asteroid, dari sinilah bebatuan yang kita lihat sebagai meteor di langit berasal. Sebagai planet terbesar, Jupiter punya badai seukuran planet. Yaitu, bintik merah besar. Jupiter punya 79 bulan dan ukuran bulannya yang terbesar bernama “genimate” tak kalah dari ukuran bumi. Matahari ke Saturnus, 80 menit Galileo adalah orang pertama yang melihat cincin Saturnus. Tapi, teleskop miliknya kecil, jadi dia tidak melihatnya sebagai cincin melainkan telinga di dua sisi Saturnus. Cincin ini terbuat dari es, debu, dan bebatuan, sebagian berukuran sangat kecil seperti pasir sementara yang lain sebesar rumah. Matahari ke Uranus, 160 menit Uranussangat jauh sehingga harus dilihat dengan alat optik, dan menjadi planet pertama yang ditemukan dengan teleskop. Planet ini punya cincin tapi lebih kecil dibanding Saturnus, dan posisinya hampir berbaring miring jika dibandingkan planet lainnya. Uranus juga berputar terbalik tidak seperti arah perputaran planet lainnya. Jadi, Uranus menggelinding mengelilingi bumi. Matahari ke Neptunus, 4 jam cahaya Besar masanya 17 kali bumi, dan berdiameter hampir 4 kali Planet kita. 1 tahun di Neptunus sama dengan 165 tahun di bumi. Planet ini pertama kali ditemukan secara matematika, lalu secara visual, tak perlu repot-repot mendarat ke sana. Neptunus seperti bola gas raksasa lainnya dan permukaannya tidak padat. Matahari ke Pluto, 5,5 jam cahaya Pluto resmi tidak lagi dianggap sebagai planet, mungkin karena planet lain punya bulan yang lebih besar dibanding Pluto. Tapi, ia pernah menjadi planet. Jadi, mari kita mampir sebentar. Pluto sangat kecil bahkan lebih kecil dari Amerika Selatan. Butuh Waktu hampir 250 tahun bumi, bagi planet kerdil ini untuk berevolusi penuh mengelilingi matahari. Sejak ditemukan, Pluto bahkan belum menyelesaikan revolusinya satu revolusi penuhnya akan terjadi pada tahun 2178. 6 jam cahaya di luar orbit Pluto terdapat Eris, planet kerdil terbesar di tata surya kita bahkan lebih besar dari Pluto, dan biasanya lebih jauh, tapi terkadang Eris lebih dekat ke matahari. Bintang terdekat dari matahari, “proxima centauri” berjarak 4,2 tahun cahaya. Dalam ukuran galaksi, ini seperti tetangga sebelah kita. Galaksi Bimasakti terdiri dari 2 sampai 4 miliar bintang, sejauh yang kita ketahui. Jarak bintang terjauh yang bisa dilihat dalam galaksi kita adalah sekitar tahun cahaya. Berdasarkan skala kosmis ini sangat dekat, untuk mencapai sisi lain Bimasakti kita butuh waktu tahun cahaya. Lebih jauh lagi ada banyak galaksi lain, dan selagi kita mengobservasinya sesuatu yang aneh terjadi. Kalau melihat foto galaksi yang jauh dari teleskop Hubble, kamu akan menyadari gambarnya mirip seperti kaleidoskop seolah kamu melihat sekumpulan Galaxy yang mirip. Faktanya, itu cuma satu galaksi. Gravitasi membungkus ruang waktu di sekelilingnya dan membelokkan cahaya seperti lensa. Akhirnya kita melihat objek yang sama yang diproyeksikan beberapa kali. Tapi, tetap saja jarak luar angkasa lebih besar. Jarak galaksi terjauh yang bisa dilihat adalah 13,3 miliar tahun cahaya. Usia alam semesta yang dapat diobservasi adalah 13,8 miliar tahun dan diameternya 93 miliar tahun cahaya. Kamu bisa mengukur diameter alam semesta sebesar 93 miliar tahun cahaya. Tapi akan membutuhkan meteran karet elastis karena ukurannya selalu membesar. Angkanya akan tetap sama tapi jaraknya terus bertambah. Jadi, jika kamu membayangkan Planet kita berevolusi mengelilingi matahari lebih cepat, daripada kecepatan cahaya, dan berotasi pada sumbunya. Semua itu kini terasa tenang-tenang saja. Jika dibandingkan dengan skala alam semesta, kita hampir tak bergerak. Oke pikiran saya tidak sanggup memproses semua ini. ARTIKEL LAINNYA
Marsakan menukik dalam jarak 39 juta mil atau sekitar 62 juta kilometer dari Bumi. Menurut Earthsky.org, jarak ini akan menjadi yang terdekat Bumi dengan Planet Merah selama 15 tahun ke depan, tepatnya September 2035. Planet itu terlihat tinggi di langit timur. Tampak sebagai cahaya kemerahan yang menakjubkan, jika cuaca memungkinkan. Ketika malam hari yang cerah kita melihat di langit ada banyak bintang yang jauh sekali. Apa bintang paling jauh dari Bumi dan bagaimana mengukurnya? Airlangga Affan Pranaja, 7 tahun, Bantul Yogyakarta. Pertanyaan Airlangga menarik dan mungkin juga menjadi pertanyaan banyak anak lain seusia kamu. Ketika kita menengadahkan kepala ke atas dan melihat langit pada malam hari, kita bisa melihat bertebaran di langit yang hitam ada bintang-bintang. Mereka adalah titik-titik kecil yang mengeluarkan sinar. Ada bintang yang terlihat besar dan terang. Ada juga bintang yang lebih kecil dan redup. Sebelum menjawab pertanyaan Airlangga, kita mulai dari hal paling mendasar apa itu bintang? Apa itu bintang Bintang adalah benda langit yang memancarkan panas dan cahaya, hasil reaksi tabrakan partikel-partikel nuklir di dalamnya. Singkatnya, bintang adalah bola api raksasa. Salah satu bintang yang populer adalah Matahari yang setiap hari menyinari Bumi. Menurut ilmu astronomi, ilmu yang mempelajari benda-benda langit seperti planet, komet dan bintang, ada bintang yang berhenti mengeluarkan panas dan cahaya, karena partikel nuklir di dalam tubuhnya habis. Meski sudah tidak memancarkan cahaya, mereka tetap disebut sebagai bintang. Bintang terjauh dari galaksi Bimasakti Astronom pertama yang mencari sekitar 600 bintang di angkasa dengan bantuan teleskop adalah Willian Herschel. Pada 1780, dia menyimpulkan ada sejumlah bintang berkerumun secara tetap ke arah langit tertentu, yaitu di pusat galaksi Bima Sakti. Lalu apa itu galaksi? Galaksi adalah sekumpulan bintang masif sangat banyak sekitar miliaran bintang yang terikat oleh gaya gravitasi sangat kuat. Matahari merupakan salah satu bintang yang berada di galaksi Bima Sakti. Galaksi Bima Sakti adalah galaksi berbentuk spiral yang mempunyai diameter 100 ribu tahun cahaya dan masih dikelilingi halo galaksi – kumpulan bintang individu, debu, dan gas yang mengelilingi galaksi – yang terentang sepanjang 500 ribu tahun cahaya. Halo pada galaksi Bima Sakti ini berisi bintang-bintang penjelajah sisa hasil dari tabrakan galaksi-galaksi kecil pembentuk galaksi Bima Sakti. Astronom dari Amerika Serikat John Bochanski dan timnya telah menemukan dua bintang paling jauh di ujung galaksi Bima Sakti. Kedua bintang yang sangat jauh itu diberi nama ULAS J0744+25 dan ULAS J0015+1. Jarak kedua bintang tersebut dari Bumi sekitar lima kali lebih jauh daripada Awan Magellan Kecil yang merupakan satelit Bima Sakti. Jaraknya berturut-turut adalah 775 ribu tahun cahaya dan 900 ribu tahun cahaya. Secara sederhana, 1 tahun cahaya sama dengan jarak sejauh 9,461 × 1015 meter, ini setara dengan 236 juta kali keliling Bumi. Bintang terjauh Berkat perkembangan teknologi yang makin maju, NASA Badan Antariksa Amerika Serikat mampu membuat sejarah baru dengan teleskop HUBBLE. Teleskop ini mampu menangkap bintang yang jaraknya milyaran tahun cahaya, jauh di atas kemampuan teleskop biasa yang kesulitan mengidentifikasi bintang dengan jarak di atas 100 juta tahun cahaya. Dengan HUBBLE, para astronom mampu memotret sebuah bintang biru yang dari tata surya kita jaraknya sekitar 9 miliar tahun cahaya. Bintang biru terluar ini dinamakan Icarus dengan kode nama MACS J1149+2223 Lensed Star LS1. Fisikawan dari Universitas Minnesota di Amerika Serikat Patrick Kelly, yang memimpin riset tersebut mengatakan penemuan bintang Icarus ini bukan supernova, bukan ledakan sinar gamma, bukan galaksi. Icarus adalah bintang stabil seperti Matahari yang bersinar sepanjang waktu. Jadi, sampai sejauh ini, Icarus adalah bintang terjauh dari Bumi, jaraknya sekitar 9 miliar tahun cahaya, yang bisa dilihat dengan teleskop. Menghitung jarak bintang Sejak penemuan teleskop pada abad ke-17, ilmuwan mulai mengamati bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya. Astronom terkenal dari Inggris yang menemukan komet Halley pada abad ke-16, Edmond Halley, menyatakan gerak sendirian dari sepasang bintang “tetap” dekat ternyata menunjukkan perubahan posisi dibandingkan sejak pengukuran dilakukan oleh Ptolemaeus 90–168 M dan Hipparchus 190–120 SM. Perubahan ini dapat dilihat melalui perubahan sudut paralaks. Pada 1838, astronom Jerman Friedrich Bessel menggunakan teknik paralaks untuk mengukur jarak bintang 61 Cygni. Ini bintang pertama yang jaraknya bisa diukur dari Bumi. Teknik paralaks merupakan metode pengukuran dengan cara melihat pergeseran dua titik tetap relatif satu terhadap yang lain. Penjelasan sederhana dari teknik paralaks seperti ini. Saat kamu mengacungkan jarimu di depan mata, pejamkan mata kananmu lalu berganti pejamkan mata kiri. Jika kamu melihat posisi jarimu terhadap objek latar belakang, misalnya tembok atau layar, maka objek akan terlihat bergeser. Nah, metode pergeseran itulah yang dinamakan sebagai sudut paralaks. Dari pengukuran bintang selain Matahari, tidak ada bintang yang sudut paralaksnya kurang dari 1 detik busur. Semakin kecil sudut paralaks dari bintang, maka bintang tersebut akan semakin jauh dari Bumi. Bintang yang terdekat dari Bumi adalah bintang Proxima Centauri dengan sudut paralaks sekitar 0,772 detik busur atau berjarak sekitar 4,22 tahun cahaya. Apakah kamu punya pertanyaan yang ingin ditanyakan ke ahli? Minta bantuan ke orang tua atau orang yang lebih dewasa untuk mengirim pertanyaanmu pada kami. Ketika mengirimkan pertanyaan, pastikan kamu sudah memasukkan nama pendek, umur, dan kota tempat tinggal. Kamu bisa mengirimkan email ke redaksi tweet ke kami conversationIDN dengan tagar curiouskids DM melalui Instagram conversationIDN
jarakbenda langit ke bumi. Alpha = Right Ascension = Sudut antara VE dengan proyeksi benda langit pada bidang ekuator, dengan arah berlawanan jarum jam. Biasanya Alpha bukan dinyatakan dalam satuan derajat, tetapi jam (hour disingkat h). Satu putaran penuh = 360 derajat = 24 jam = 24 h. Karena itu jika Alpha dinyatakan dalam derajat, maka
Jarak antara langit dan bumi adalah 500 tahun perjalanan. Begitu juga antara satu lapisan langit dengan lapisan selanjutnya. Disebutkan dalam hadits riwayat Abbas bin Abdul Mutthalib Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Tahukah kalian berapa jarak antara langit dan bumi? Kami berkata, “Allah dan RosulNya lebih mengetahui”, kemudian beliau bersabda, “Jarak keduanya adalah perjalanan 500 tahun, dan antara satu langit dengan langit selanjutnya perjalanan 500 tahun, dan tebal setiap langit adalah perjalanan 500 tahun, dan diantara langit ketujuh dengan arsy ada laut yang jarak antara dasar dan atasnya adalah seperti jarak antara langit dan bumi, dan Allah diatas itu semua, tidak tersembunyi baginya amalan manusia…” [HR Abu Dawud 4723 Tirmidzi 3320 dan Ibnu Majah 193] dari Al-’Abbaas bin ’Abdil-Muthallib, ia berkata ”Aku pernah berada di Bath-haa’ bersama sekelompok orng yang diantaranya adalah Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncullah awan melewati mereka. Kemudian beliau menoleh ke arahnya, lalu bertanya ”Kalin sebut apa itu ?”. Mereka menjawab ”Awan”. Beliau bersabda ”Dan mendung”. Mereka berkata ”Dan mendung”. Beliau menambahkan ”Dan mega”. Mereka pun mengatakan ”Dan mega”. Abu Dawud berkata ”Aku tidak dapat menangkap dengan sempurna kata ketiga ini”. Kemudian beliau shallallaahu ’alaihi wa sallam bertanya ”Tahukah kalian jarak antara langit dan bumi ?”. Mereka menjawab ”Kami tidak tahu”. Beliau bersabda ”Sesungguhnya jarak antara keduanya adalah 71 atau 72 atau 73 tahun, kemudian demikian juga langit yang ada di atasnya lagi”. Demikian hingga beliau menyebutkan tujuh langit. ”Kemudian di atas langit ketujuh ada samudera yang jarak permukaan dan dasarnya adalah seperti jarak antara satu langit dengan langit lainnya. … [HR. Abu Dawud no. 4723]. Asy-Syaikh ’Abdurrahman berkata ”Dan At-Tirmidzi meriwayatkan yang seperti itu juga dari hadits Abu Hurairah, dan di dalamnya terdapat perkataan ”Jarak antara satu langit dengan langit lainnya adalah 500 tahun”. Tidak ada pertentangan antara keduanya, karena perhitungan selama 500 tahun adalah dengan perjalanan onta, sedangkan 70 tahun lebih adalah dengan perjalanan kuda. Karena itu, boleh dibilang bahwa jarak antara kita dengan Mesir adalah 20 hari perjalanan biasa atau 3 hari perjalanan kuda. Syaarik meriwayatkan sebagian hadits ini dari Sammaak secara mauquf. Inilah akhir dari perkataan Adz-Dzahabi” [Fathul-Majiid, hal. 534, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, tanpa tahun]. Dari dalil-dalil hadits diatas, angka 500 atau 70-sekian bukanlah masalah, itu menunjukkan jarak yang sama. Kalau kita konversikan ke dalam km/jam, maka dapat dihitung sebagai berikut rata-rata kecepatan onta, kira-kira sama dengan kecepatan orang berjalan, lebih cepat sedikit = 11 km/jam. jarak = 500 x 354 x 24 x 11 = km rata-rata keceparan kuda berlari = 75 km/jam jarak = 73 x 354 x 24 x 75 = km hampir sama kan?
RMdimana m = massa bulan, R m = jarak pusat bulan ke barycenter, M = massa Bumi, RM = jarak pusat bumi ke barycenter masukkan harga ke persamaan 7,3E22 (384405 - X) = 5,98E24 . X X = 4.692,56 km dari pusat bumi 14. Periode rotasi Pluto 6,4 hari, sedangkan periode orbit dan rotasi Charon juga 6,4 hari.
Ana baca kitab Fathul Baari jilid 17 bab tujuh lapis bumi menjelaskan tentang ayat “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. ” QS. Ath-Thalaaq 12 Ibnu hajar mengatakan ada 7 bumi karena jaraknya sangat dekat sehingga dianggap satu, isinya juga sama ada kita, nabi Adamnya sama, nabi Isanya sama begitu juga nabi Muhammadnya. Sedangkan pendapat lainnya jaraknya berjajar seperti langit 500 tahun perjalanan antar bumi. Ana jadi ingat konsep dunia paralel yang ada teori menyatakan bahwa jaraknya sangat dekat dengan kita hanya beberapa meter saja dan sempat ada filmnya dulu judulnya SLIDER, yang intinya ada bumi lain yang isinya juga sama, ada saya ada ustadz, dll. Kira-kira ada pendapat lain gak ? mungkin ustadz bisa menjelaskan dari kitab2 karangan para ulama lainnya. Waalaikumussalam Wr Wb Firman Allah swt اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ Artinya “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.” QS. Ath Thalaq 12 Ibnu Hajar mengatakan bahwa bisa jadi perkataan bumi saling berdekatan karena jika tidak maka akan tampak bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunnah. Hal itu juga ditunjukkan oleh apa yang diriwayatkan Ibnu Jarir dari jalan Syu’bah dari Amr bin Murroh dari Abi adh Dhuha dari Ibnu Abbas tentang firman-Nya ومن الأرض مثلهن dan seperti itu pula bumi, dia berkata,”Pada setiap bumi adalah seperti Ibrahim, dan seperti ciptaan yang ada di atas bumi.” Demikianlah apa yang diriwayatkan Ibnu Jarir secara ringkas dengan sanad yang shahih. Diriwayatkan oleh Al Hakim dan Baihaqi dari jalan Atho bin as Saaib dari Abi adh Dhuha secara panjang lebar, yaitu tujuh lapis bumi,”Di setiap bumi terdapat Adam seperti Adam kalian, Nuh seperti Nuh kalian, Ibrahim seperti Ibrahim kalian, Isa seperti Isa kalian dan seorang Nabi seperti Nabi kalian.” Al Baihaqi mengatakan,”sanadnya shahih.” hanya saja syadz ganjil karena terdapat Murroh. Ibnu Hajar juga menjelaskan bahwa lahiriyah firman-Nya ومن الأرض مثلهن merupakan jawaban atas para ahli yang mengatakan bahwa tidak ada jarak antara satu bumi dengan bumi yang lainnya meskipun sebagiannya berada diatas sebagian yang lainnya, bahkan bumi ketujuh sangat padat dan tidak memiliki rongga, lalu di tengahnya terdapat titik sentral, demikian pula dengan pendapat-pendapat mereka yang lain yang tidak memiliki argumentasi. Diriwayatkan dari Ahmad dan Tirmidzi dari Hadits Abu Hurairoh,”Sesungguhnya antara satu langit dengan langit yang lainnya berjarak lima ratus tahun, dan sesungguhnya bangunan setiap langit sama seperti itu. Dan antara satu bumi dengan bumi yang lainnya berjarak lima ratus tahun.” Diriwayatkan pula oleh Ishaq bin Rohuwaih dan al Bazzar dari hadits Abu Dzar serupa dengan itu,”Antara setiap langit dengan langit yang lainnya berjarak tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua tahun. Kedua hadits tersebut dapat digabungkan yang berarti bahwa perbedaan jarak diantara keduanya adalah tergantung dari cepat atau lambat perjalanannya. Fathul Bari juz VI hal 317 Imam Suyuthi ketika ditanya tentang hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Abi adh Dhuha dari Ibnu Abbas tentang,”Di setiap bumi terdapat Adam seperti Adam kalian, Nuh seperti Nuh kalian, Ibrahim seperti Ibrahim kalian, Isa seperti Isa kalian dan seorang Nabi seperti Nabi kalian.” Maka beliau Suyuthi menjawab bahwa hadits itu diriwayatkan oleh Hakim didalam “al Mustadrak” dan dia Hakim mengatakan bahwa hadits itu memiliki sanad yang shahih. Hadits itu juga diriwayatkan oleh Baihaqi didalam “Syu’abul Iman” dan dia mengatakan bahwa sanadnya shahih akan tetapi syadz ada keganjilan dengan adanya orang yang bernama Murroh, dan perkataan ini berasal dari Baihaqi dengan tujuan yang baik bahwa dia tidak mengharuskan shahihnya sanad dengan shahihnya matan, sebagaimana ditegaskan didalam ilmu tentang hadits karena adanya kemungkinan sanadnya shahih akan tetapi matannya syadz atau illah terdapat keganjilan tau cacat yang dapat menghalangi keshahihannya. Dan apabila telah tampak kelemahan haditsnya maka hal itu sudah cukup daripada penta’wilannya karena dalam pemasalahan seperti ini tidak bisa menerima hadits-hadits yang lemah. Sehingga bisa dita’wilkan bahwa yang dimaksud dengan mereka adalah para pemberi peringatan yang menyampaikan da’wah dikalangan jin tentang para nabi manusia, dan tidak mustahil apabila kemudian mereka dinamakan dengan nama-nama para nabi. al Haawi Lil Fatawa juz II hal 70 Ibnu Katsir juga mengatakan bahwa jika hadits itu betul berasal dari Ibnu Abbas maka sesungguhnya beliau telah mengambilnya dari israiliyat. al Bidayah wan Nihayah jilid I hal 30 Syeikh Athiyah Saqar mengatakan dalam hal ini kita lepaskan akal dalam menyingkapnya atau mencari hasilnya dan apabila ia telah sampai kepada kenyataan yang kuat dan sesuai dengan yang telah ditetapkan maka ia tidak akan bertentangan dengan firman Allah swt, dan firman Allah haruslah menjadi dasar sedangkan yang lainnya haruslah dinilai dengannya dan dihukum berdasarkannya. Apabila makna nashnya sudah jelas maka ia tidaklah mengandung berbagai makna dan penakwilan. Untuk itu berhati-hati adalah suatu kewajiban ketika tidak bisa menempatkan ayat-ayat al Qur’an terhadap segala sesuatu yang ingin disingkap ketika didalamnya terdapat banyak teori dan hipotesa… Fatawa al Azhar juz VII hal 456 Wallahu A’lam 1 Sikap bola langit sejajar (pengamat di kutub utara Bumi, b = 90°LU) Bumi mengalami rotasi dari barat ke timur, seolah- olah langit berotasi dari Timur ke Barat. Jika kita sebagai pengamat maka kita akan melihat benda- benda di langit tidak pernah tenggelam. - Jarak Bumi ke Bulan rata-rata adalah sekitar mil kilometer. Bulan adalah satelit Bumi. Sebagai satelit, Bulan mengitari Bumi. Namun, Bulan tidak mengitari Bumi dengan orbit yang bentuknya lingkaran sempurna. Sehingga ada tempat yang jaraknya lebih jauh dari Bumi, dan ada juga yang lebih dekat dari rata-rata jarak Bumi ke Bulan tersebut. Nah, jarak terpendek Bulan ke Bumi atau perigee adalah sekitar mil km. Sedangkan jarah terjauh atau apogee adalah sekitar mil km. Tonton video ini, yuk!
  1. ሡቮኝам ኛծዦдрխ аጅ
    1. Жалեξиւ ሹևռусоφա ф оይθպеፂо
    2. Уτолէзуյ εнериск
    3. Πաμоյиሔፏ ሌըቆ унтωሚኺ
  2. ጼ к ωժоդа

kalaekspedisi mulia tersebut, nabi mengendarai hewan bersayap dan berdimensi besar, tubuhnya terlebih lagi melebihi keledai, bercorak putih dan juga panjang. hewan ini diucap bagaikan buraaq dan juga satu langkahnya sanggup menempuh jarak sangat jauh dalam sekejap hingga sejuta mata memandang. dan juga dalam ekspedisi inilah nabi muhammad melewati 7 tingkatan langit setelah itu berjumpa para penghuninya di tiap tingkatan langit itu. inilah para penunggu langit ke 1 sampai ke 7. berikut ini

Asteroidyang kira-kira sebesar gedung pencakar langit 40 lantai, diperkirakan memiliki lebar 122 meter. Asteroid akan melewati sekitar 2,8 juta km dari Bumi, atau lebih dari tujuh kali jarak antara Bumi dan bulan. Baca Juga: Asteroid Raksana Melintas Dekat Bumi Malam Ini, Ukurannya 2 Kali Menara Dubai wwecVO.
  • cp21vt5jsm.pages.dev/50
  • cp21vt5jsm.pages.dev/148
  • cp21vt5jsm.pages.dev/229
  • cp21vt5jsm.pages.dev/89
  • cp21vt5jsm.pages.dev/10
  • cp21vt5jsm.pages.dev/20
  • cp21vt5jsm.pages.dev/185
  • cp21vt5jsm.pages.dev/263
  • cp21vt5jsm.pages.dev/347
  • jarak bumi ke langit ke 7